Kemunculan Contemporary Art Gallery Pertama di Indonesia

02Contemporary Art Gallery pertama dibuka di Indonesia dengan menampilkan ratusan karya seniman kontemporer dari luar negeri dan tentunya karya seniman nusantara di sebuah ruang modern di Jakarta. Museum ini bernama Museum MACAN. Museum ini didirikan dengan tujuan untuk menyediakan galeri karya seni kontemporer kelas dunia di Indonesia.

Koleksi Contemporary Art Gallery Museum MACAN ini sebagian besar di akuisisi oleh seorang pengusaha yang juga kolektor besar bernama Haryanto Adikoesoemo selama 25 tahun terakhir. Dari 800 koleksi yang ditampilkan, setengahnya merupakan koleksi karya seniman Indonesia. Sisanya merupakan karya-karya internasional, termasuk lukisan karya Willem de Kooning dari Belanda dan patung-patung oleh Yayoi Kusama dari Jepang.

Bukan hanya karya-karyanya saja yang menakjubkan, Museum MACAN sengaja mengusung tema arsitektur yang juga unik dan menarik, serta memiliki nilai estetika tinggi. Dirancang oleh Studio MET London, Museum MACAN juga dilengkapi dengan ruang konservasi dan pendidikan untuk meningkatkan apresiasi seni di Indonesia. Tak heran banyak anak muda tak hentinya datang ke museum ini.

Contemporary Art Gallery Semakin Bermunculan di Indonesia

Kehadiran Museum MACAN, seakan memberikan perkembangan baru bagi dunia seni rupa. Tak hanya itu, masyarakat dari berbagai kalangan pun turut “melek seni” berkat kehadirannya. Dari yang tadinya merasa segan datang ke ruang seni karena menganggap dirinya awam, maka kini ruang seni bisa dinikmati siapa saja tanpa merasa terintimidasi dengan atmosfer seni yang ditampilkan.

Setelah kehadiran Museum MACAN, semakin banyak pula contemporary art gallery yang bermunculan di Indonesia. Hal ini membuktikan, bahwa semakin banyak orang yang aware terhadap dunia seni rupa. Sebab, dulu hanya ada beberapa galeri seni di Indonesia, di antaranya yang masih berdiri hingga kini ada Galeri Hadiprana yang sudah berdiri sejak tahun 1961 dan satunya lagi ada Edwin’s Gallery yang sangat populer sejak tahun 1984 dan hingga kini masih aktif sekali menggelar berbagai macam event pameran maupun workshop karya seni. Galeri Edwin bahkan kini memiliki galeri seni kontemporer, yaitu konsep seni rupa kinetik.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s